Sabtu, 20 September 2008

Sahabat Sejati

Gresik, aku pulang! Tiga tahun sudah aku berlebaran di negeri tetangga. Malaysia, Negara yang saat ini mungkin sudah menjadi musuh nomer satu masyarakat Indonesia gara-gara kelakuannya yang menurutku juga sangat menyebalkan. Enak saja mereka mengambil kebudayaan asli Indonesia. Ah, tapi sudahlah bisa-bisa aku di usir oleh ibu kostku di sana, bisa-bisa aku tidak boleh kuliah disana, bisa-bisa teman-teman merindukanku. Tapi tunggu dulu. Teman? Di Malaysia aku punya banyak. Di Gresik? Sepertinya tidak ada. Ini semua karena kesalahanku dulu. Kesalahan yang teramat besar. Yang menyebabkan aku kehilangan teman terbaik di muka bumi ini.

Namaku Vaya, waktu SMA aku punya seorang sahabat yang sangat pengertian namanya Clara. Kita berteman dari SD. Kita banyak melakukan hal-hal gila, bodoh hingga yang hebat. Yang paling menakjubkan adalah kita pernah menjadi panitia pengumpulan dana untuk anak jalanan. Ya, hanya kita berdua! Pak Wahyu, guru pembina OSISku melihat langsung acara amal ini. Beliau kagum dengan kerja keras kita berdua. Singkat cerita, beliau ingin aku dan Clara menjadi pengurus OSIS. Akhirnya terpilihlah aku menjadi ketua OSIS sedangkan Clara menjadi wakil ketua.

Bulan itu bulan April. Ada perayaan HUT SMA Budi Oetomo. Aku sebagai ketua OSIS harus siap jadi seksi sibuk. Aku optimis acara itu akan sukses. Tapi entah kenapa semua berbanding terbalik. Acara gagal, semua kecewa dan yang paling parah kas OSIS sebesar Rp. 1.000.000 raib bagai ditelan bumi.

"Bapak sangat kecewa dengan kamu Vay. Saya kira kamu bisa diandalkan ternyata kemampuanmu sama saja dengan murid lain. Maaf, mulai minggu depan kamu tidak bisa lagi menjadi ketua OSIS. Clara yang akan menggantikanmu"kata Pak Wahyu saat itu dengan raut wajah yang sulit diartikan.

Marah, sedih, malu dan sejuta perasaan kecewa berkecamuk di hatiku. Sejak saat itu aku yang sebelumnya memang pendiam menjadi lebih tertutup, terutama dengan Clara. Egoku yang setinggi gunung Himalaya rupanya tidak terima begitu saja dengan posisi yang diterima Clara. Hubungan kami menjadi renggang.


 

Pagi itu aku memasuki gerbang sekolah dengan heran. Semua anak kelas 3 berkumpul di depan ruang guru.ada yang membawa spanduk, kertas karton berukuran raksasa dan papan tulis warna putih alias whiteboard.

"Ada apa ini?"tanyaku pada seorang anak yang melintas di depanku

"Lho, kamu ga tau? Ada demonstrasi pagi ini"jawab gadis berambut sebahu itu.

"Demo? Demo apaan?"

"Korupsi. Pak Wahyu kan korupsi kas OSIS. Clara yang mengkoordinir demo ini. Clara sudah mengumpulkan bukti-buktinya"

"Ooo..ya sudah. Makasih buat infonya ya."

"Yuuuk.."katanya sambil berlalu pergi

Aku tidak ingin ikut campur dalam demo itu. Aku takut akan berbuat kesalahan lagi. Aku takut membuat guru-guruku kecewa lagi. Jadi lebih baik aku bermeditasi di kelas saja alias tidur. Pada saat jam istirahat Pak Wahyu datang ke kelasku dengan tergopoh-gopoh.

"Vay! Bangun! Kamu harus membantu Bapak."kata Pak Wahyu dengan nada tinggi. Keningnya berkeringat. Nafasnya tersengal-sengal seperti habis lari marathon

"Bantu apa Pak?"

"Kamu harus mengaku bahwa hilangnya kas OSIS disebabkan kesalahanmu pada Pak KepSek"

"Tapi Pak.."

"Vay, apa kamu ingat kamu telah membuat kecewa saya. Sekarang saatnya kamu menebus itu semua. Jabatan Ketua OSIS bukan tidak mungkin akan menjadi milikmu kembali."

"Baiklah Pak."aku mengangguk lemah.

Lalu semua berlangsung cepat. Aku membuat pengakuan di depan Pak Yoga, Kepala Sekolahku. Demonstrasi pun dibubarkan karena memang aku sebagai pihak yang dibela Clara dan kawan-kawan malah memberikan keterangan yang menguntungkan Pak Wahyu. Kulihat pandangan kekecewaan dalam mata Clara. Ia berbalik dan menangis dalam pelukan Rani, teman sebangkunya


 

Semula aku bahagia. Kurang apa aku? Aku dari kalangan berada, selalu ranking satu di kelas dan saat ini aku menjabat menjadi ketua OSIS lagi. Posisi yang sebagian besar murid SMA inginkan. Ibarat menjadi presiden untuk rakyat SMA!

Lambat laun aku merasa ada yang kurang dalam hidupku. Tak ada lagi yang membuatku tertawa karena leluconnya, menangis bahagia karena kejutan-kejutan kecilnya dan tak ada lagi yang menemani kala aku jatuh terpuruk. Ini juga salah satu alasan mengapa aku memilih kuliah di Malaysia. Aku ingin memulai lembaran baru. Mencari sahabat sebanyak-banyaknya dan tak akan menjadi manusia ber-ego Himalaya lagi.

Sekarang aku ada disini. Di Gresik kota yang penuh seribu kenangan tentang Clara Kota yang tenang. Tidak seperti Kuala Lumpur yang bising. Meskipun tidak memiliki pantai seindah pantai Rompin di Pahang, Gresik tetap yang terindah bagiku. Hufft..kira-kira bagaimana kabar Clara sekarang ya. Kubulatkan tekat. Kuraih handphone ku dan kuketik SMS untuk Clara.

Clara, ada waktu g? Aku lg di grsk skrg. Ktmuan yuk?status delivered.

Ada donk!jam 9 kutunggu di rmh. Awas klo g dtg!jgn lupa bw cemilan!hehehe

Yes! Kukepalkan tanganku. Clara masih seperti yang dulu. Clara, kamu memang sahabat sejati!


 


 



cerpen pertama..
smoga bukan yang terakhir ya..^^

Kamis, 04 September 2008

soundtrack

beberapa kutipan lagu yang namakuna banget!
dan selalu ada di top mp3 playlist namakuna

terlanjur cinta
terlanjur aku inginkan cintamu
tergila-gila memujamu
tanpa batas waktu
(afgan-tanpa batas waktu)

i love you
baby i do
i never found someone like you
(afgan-ILU)

dan kau bawa aku ke awan
menghias langit
merangkai bintang-bintang menjadi sebuah kata
sebuah kata cinta
(buncit-terpanah asmara)

salahkah bila
ku tak henti mengharapkannya
meskipun akhirnya
ku tahu dia hanya membuatku terluka
(cokelat-salah)

bukannya aku takut akan kehilangan dirimu
tapi aku takut kehilangan cintamu
mungkin saja saat itu kau mempermainkan aku
seakan kau bisa membalas cintaku
(juliette-bukannya aku takut)

tak kan jera aku memintamu
tuk tetap disini
meski kini kau pun telah pergi
dan meminta aku
tuk melupakanmu
tapi ku tak mampu
aku mohon kepadamu
kembalilah kepadaku
karna tak kan pernah ada
yang mampu menggantikanmu
(lyla-takkan ada)

dia seperti apa yang selalu ku nantikan
aku inginkan
dia melihat aku apa adanya
seakan ku sempurna
(maliq d'essential-dia)

dan terakhir
lagu kenangan(dia belom sempet nentuin soundtrack of our story jadi aku sendiri deh yang nentuin)

aku hilang tanpamu

ada yang tau itu lagu siapa?ahhay^^

Rabu, 03 September 2008

the sign TT

Apa kamu percaya dengan mimpi?
Oke aku ulangin lagi..
Apa kamu percaya suatu mimpi pasti memiliki arti tertentu?

Percaya atau enggak, aku termasuk orang yang percaya dengan tanda-tanda yang ada dalam mimpi. Tapi bukan tanda semacam primbon orang jawa itu loh! Tiap bangun tidur aku selalu mencoba mengingat-ingat “mimpi apa ya aku semalam?”. Dan biasanya setelah itu aku akan menindak lanjuti kesimpulan mimpi-mimpi itu

Pernah suatu hari aku mimpi ketemu sama the most beautiful girl in the world yaituuu DIAN SASTRO! Didalam dunia antah-berantah itu dia kasih aku alamat rumahnya. Saat aku bangun, hal yang pertama kali aku lakukan adalah teriak “aaaarghhh! Kenapa cuma mimpi seeehh!!” sambil garuk-garuk kepala. Dan hal kedua adalah lari-ambil-kertas-ambil-bolpen dan sambil terengah-engah menulis alamat yang mbak dian cantik kasih ke aku. how stupid namakuna? Secara dalam mimpi mbak dian manis hanya bilang “Na,rumahku itu di perumahan kelapa sawit. Masuk aja lewat gerbang warna coklat. Cari kuburan di daerah itu. Nah, rumahku ada di deket sana”. Dan sekarang aku lagi mikir yang di dalam mimpiku itu dian sastro beneran atau kuntilanak sih kok tinggalnya di dekat kuburan??XD

Ada satu mimpi tentang si mantan yang amatlah sangat ‘menohok’ hati sekali. Mimpi ini datang 3 hari yang lalu. Ceritanya dalam mimpi aku pengen kabur dari rumah gara-gara aku dilarang pacaran sama si mantan. Aku udah usaha mati-matian buat bisa keluar dari rumah. Mulai dari manjat pagar sampai lari dikejar tetangga. And finaly it works. Na and the gank berhasil kabur dan memutuskan untuk kerumah si mantan dengan berjalan kaki.Walaupun aku tahu dia lagi di Surabaya(dalam dunia nyata dia memang lagi nginep di surabaya) tapi itu tidak menghalangi niatku untuk bertamu ke rumah nya.XD

Walau halangan rintangan menghadang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran. (soundtrack on my dream hhaks)

Dan saat aku sudah sampai di rumah si mantan, mama si mantan menyambutku.
Mama mantan : “Nak, dia lagi ga ada dirumah”
Namakuna : “Lagi di Surabaya ya tante?”
Mama mantan : “Iya, kan pacarnya sekarang anak Surabaya jadi dia sekarang sering ke Surabaya jagain ceweknya”

And I cried..TT
Aku menyimpulkan mimpi itu seperti ini :
Udah deh, ga usah ada harapan lagi buat jadi pacar atau jadi bagian hidupnya lagi. Harapan itu sendiri yang bikin aku jadi sakit. Aku enggak mau seperti Na yang ada dalam mimpiku. Yang dengan bodoh meninggalkan hal-hal di sekitarnya hanya untuk focus ke suatu hal yang aku sendiri juga ga yakin bisa dapetin(in this case: si mantan). Dan akhirnya hanya berbuah penyesalan. Because a have nothing.Aku sudah bilang sama si mantan lewat sms.

Klo km da pny cew lg jg gpp kuk..aq da dlm tahap mlepasknmu..klo sminggu yg lalu km pny cew mungkin lain critany..aq bs mrh bsr ma km^^

Jadi dengan berakhirnya postingan ini aku sudah bisa melepaskanmu jelek!

Iyah namakuna merelakanmu tapi tak berhenti mencintaimu..
Anjrit..tahan Na! jangan nangis..
Sroootttt..hikzz TT